9.07.2012

Bohong

setelah sekian lama, akhirnya kita bertemu..
tiba-tiba kau bertanya padaku, "Apa kau merindukanku?"
aku menjawab, "Tidak, untuk apa aku merindukanmu?"
kemudian kau bertanya, "Apa kau sudah melupakanku?"
aku menjawab, "Ya, aku sudah dapat melupakanmu"
lalu kau bertanya lagi, "Apa hidupmu bahagia tanpaku?"
aku menjawab, "Lihatlah bagaimana aku sekarang, aku bahagia tanpamu"
dan sekali lagi kau bertanya, "Apa kau yakin?"
aku terdiam dan menjawab, "Ya, aku yakin"

saat itu aku melihat ekspresi wajahmu berubah sedih, sama sedihnya seperti aku yang menjawab pertanyaan-pertanyaanmu..
tahu kah kau? aku berbohong..
ketika aku berkata "Tidak, untuk apa aku merindukanmu?" sesungguhnya hatiku menjerit, "Ya, aku sangat sangat sangat merindukanmu"
kemudian ketika aku berkata, "Ya, aku sudah dapat melupakanmu" sesungguhnya otakku berontak, "Tidak, aku sama sekali tidak ingin dan tidak bisa melupakanmu. Bagaimana aku bisa melupakanmu jika segala sesuatu tentangmu adalah hal yang paling kujaga selama ini?" 
lalu ketika aku berkata, "Lihatlah bagaimana aku sekarang, aku bahagia tanpamu" sesungguhnya jiwaku menangis, "Dengan susah payah aku berusaha hidup bahagia tanpamu, tapi kenapa kau muncul lagi di hadapanku?"
dan ketika aku berkata, "Ya, aku yakin" sesungguhnya aku ingin berteriak di hadapanmu, "Tidak, aku tidak yakin! Aku tidak yakin bahwa aku sudah tidak merindukanmu lagi, aku tidak yakin bahwa aku sudah dapat melupakanmu, aku tidak yakin hidupku akan bahagia tanpamu, dan aku tidak yakin kau masih memegang tanganku.."

setelah itu aku bertanya padamu, "Apa kau merindukanku?"
kau menjawab, "Ya, aku sangat sangat sangat merindukanmu"
aku tertegun, kemudian aku bertanya, "Apa kau tidak melupakanku?"
kau menjawab, "Tidak, aku tidak ingin melupakanmu"
aku terdiam, lalu aku bertanya lagi, "Apa hidupmu bahagia tanpaku?"
kau menjawab, "Lihatlah bagaimana aku sekarang, aku sama sekali tidak bahagia tanpamu"
aku menangis dan sekali lagi bertanya, "Apa kau yakin?"
kau menjawab dengan mantap, "Ya, aku yakin! Aku yakin masih merindukanmu, aku yakin tidak ingin melupakanmu, aku juga yakin hidupku tidak akan bahagia tanpamu, tapi aku yakin kau sudah melepas tanganku.."

aku menangis mendengar jawabanmu, seharusnya aku tidak berbohong.. sebenarnya untuk apa aku berbohong? gengsi mengakui bahwa aku masih menyayangi dan mengharapkanmu? ataukah karena aku terlalu sakit hati dan ingin tampak tegar di hadapanmu? entahlah, aku menyesal dan hanya berharap kau mengetahui perasaanku yang sebenarnya..


iput

No comments:

Post a Comment