8.16.2012

Susahnya Cari Duit

masih inget ceritaku tentang program mahasiswa wirausaha yang kuikuti bareng temen-temenku? nah, karena kami lolos seleksi, kami harus merealisasikan usaha kami.. sebagai permulaan, kami berjualan takjil untuk santapan berbuka puasa, sebenarnya selama bulan puasa ini kami cuma sempat berjualan dua kali, hehe.. 

pertama kali jualan kami mencoba membuat kue cubit.. kue itu kami buat sendiri dengan harap-harap cemas, karena itu pertama kalinya kami membuat kue sendiri.. ya, sendiri, tanpa didampingi Ifa karena dia lagi KKN selama sebulan.. Ifa ini ketua kelompok kami yang jago dalam hal masak memasak.. setiap ada acara membuat kue, dia yang selalu memberi arahan, menakar adonan, dan hal-hal lainnya, kami hanya bergerak dengan arahannya.. karena ituu, kami sangat sangat sangat mengantisipasi rasa kue buatan kami tanpa didampingi Ifa.. beruntunglah kue yang kami buat bisa dikatakan berhasil, orang-orang yang membelinya berkomentar enak, hanya saja kuenya bantet.. selain kue, kami juga membuat es blewah..

sore itu, pertama kalinya juga kami berjualan takjil di jalanan.. kami memilih kawasan Simpang Lima karena memang setiap Ramadhan daerah itu selalu dipenuhi penjual makanan dadakan setiap sore.. begitu sampai di tempat, kami kaget.. banyak banget penjual takjilnya, apa mungkin dagangan kami ini laku dan abis.. awalnya kami cuma berdiri di satu tempat di pinggir jalan tanpa melakukan apa-apa.. ya, hanya berdiri membawa barang dagangan.. kami ga tau caranya berjualan di tempat seperti itu.. kemudian kami melihat penjual-penjual lain meneriakkan dan menawarkan dagangan mereka ke setiap orang yang lewat, kami memutuskan untuk mengikutinya.. tapi apa yang terjadi? kami terlalu malu untuk berteriak-berteriak menjajakan dagangan kami.. aku sendiri juga ga tau kenapa aku malu, yang jelas aku malu berteriak-teriak.. sadar dagangan ga bakal laku kalo kami cuma berdiri aja, kami mulai menjajakan dagangan kami dengan berkeliling menyusuri kawasan itu.. ternyata cara ini lebih efektif, jualan kami laku terutama kue cubitnya dan kami tidak perlu berteriak-teriak di pinggir jalan.. walau begitu, es blewah kami kurang laku.. karena putus asa, aku menghubungi pacarku dan dia bersedia membeli semuanya, semua sisa dagangan kami.. wah, terharu banget aku waktu itu, apalagi di depan temen-temenku, hihi..

seminggu, dua minggu, kami ga ngelanjutin acara jualan kami karena yaa alasan sebenarnya mungkin adalah malas, hehe.. sampai kemarin kami memutuskan berjualan lagi.. kali ini aku hanya berdua dengan Bela, Inge ga bisa ikut karena Ibunya sakit.. grogi nih kami karena cuma berdua.. dengan pasokan semangat yang tinggal sedikit kami berusaha membuat kue cubit semampu kami.. hasilnya enak tapi ga seberhasil yang pertama, beberapa kue gosong dan ga layak jual, huhu.. selain itu kami juga membuat es kelapa muda, nyumnyuumm.. kali ini kami memilih daerah sekitar kampus kami karena sedang ada upacara penutupan KKN, kami berharap banyak mahasiswa yang mau membeli dagangan kami.. setelah sampai di tempat, kejadian itu terulang lagi.. kami berdua hanya berdiri membawa dagangan kami, lagi-lagi kami terlalu malu untuk berteriak menjajakan dagangan kami, apalagi kali ini cuma berdua.. untung sebelum berjualan aku udah menghubungi sahabat-sahabatku, menawarkan daganganku kepada mereka.. dan mungkin karena kasihan melihat temannya ini, mereka membeli barang daganganku dan lagi-lagi habis.. 

dari pengalamanku itu aku sadar, ternyata cari duit itu ga gampang.. selama ini aku cuma bisa minta minta dan minta duit ke orangtuaku tanpa ngerti usaha mereka.. aku ngebayangin, gimana jadinya kalo pacar dan temen-temenku itu ga pada beli daganganku, pasti ga bakal laku sampe abis.. dan aku jadi keinget sama ibu-ibu atau bapak-bapak yang udah tua renta tapi masih jualan keliling.. mereka ga pernah malu kayak aku kemarin, kalo mereka malu mau makan apa keluarganya nanti.. cari duit itu harus tahan malu dan tebel muka, ga cuma yang profesinya sebagai penjual aja, semua profesi kupikir juga harus begitu.. usahanya harus serius, ga menye-menye kayak yang aku lakuin.. ya aku harap aku bisa lebih baik dan ga menye-menye gitu, aku ga mau dikatain lembek, haha.. terima kasih Mas Zendy, Sinta, Sika, Luky, dan Kania.. aza aza!! ^^


iput

No comments:

Post a Comment